Artikel Terkini

Semua Artikel

...

February 04, 2020

RUPS Tunjuk Komisaris Utama dan Direktur Baru Holding Tambang

Kamis, 26 Desember 2019 – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menetapkan Agus Tjahajana Wirakusumah sebagai Komisaris Utama serta Suryo Eko Hadianto sebagai Direktur Transformasi Bisnis.

Agus Tjahajana Wirakusumah ditetapkan oleh RUPS sebagai Komisaris Utama menggantikan Fajar Harry Sampurno pada Senin, 23 Desember 2019.

Sedangkan Suryo Eko Hadianto ditetapkan oleh RUPS pada Kamis, 26 Desember 2019 untuk menduduki posisi baru di perusahaan sebagai Direktur Transformasi Bisnis.

“Penunjukan Saudara Suryo Eko diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek hilirisasi dan juga kegiatan eksplorasi perusahaan,” ujar Orias Petrus Moedak, Direktur Utama INALUM, Kamis (26/12).

“Hilirisasi industri pertambangan dan eksplorasi untuk mendapatkan cadangan baru adalah bagian dari mandat utama didirikannya Holding Industri Pertambangan.”

Suryo Eko merupakan sosok yang sudah berpengalaman di dunia pertambangan. Sebelum bergabung dengan INALUM, Suryo Eko menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Suryo Eko juga pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Direktur Niaga, dan Direktur Sumber Daya Manusia di PTBA.

Sedangkan Agus tercatat pernah menjabat di berbagai Perusahaan BUMN sebagai Komisaris di PT Semen Baturaja (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda (Persero), PT Krakatau Steel (Persero), Komisaris PT Pupuk Kujang (Persero), PT Semen Gresik (Persero) Tbk, PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero).

Agus juga berpengalaman berkarier di Kementerian Perindustrian sejak 1983 hingga 2015 dengan menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka; Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah; Sekretaris Jenderal; serta Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional.

 

Tentang MIND ID

Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero) sebagai induk perusahaan tambang terbesar di Indonesia yaitu PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia.

Pada 17 Agustus 2019, Holding Industri Pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham, PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Rendi Witular

SVP Corporate Secretary

PT Inalum (Persero) – Holding Industri Pertambangan

HP: 081287436096 Email: rendiaw@inalum.id

www.miningindustry.id

Selengkapnya >>
...

February 04, 2020

Holding Industri Pertambangan Tangani Dampak Bencana di Nanggung dan Sukajaya

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Mining Industry Indonesia (MIND ID) menangani dampak bencana di sekitar Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. Perusahaan telah menyelesaikan perbaikan dua dari sembilan titik pada jalan yang terputus karena dampak longsor di Kecamatan Nanggung.

Sedangkan di Sukajaya, langkah cepat Perusahaan diantaranya memberikan bantuan kebutuhan hidup dasar seperti genset, sanitary kit dan bahan makanan.

Direktur Operasi Antam, Hartono mengatakan Perusahannya di awal tahun 2020 ini, ikut menangani setidaknya tiga bencana baik banjir dan tanah longsor.

“Antam dan MIND ID ikut penanganan banjir Jakarta Timur, banjir Lebak Banten, dan tanah longsor di Kecamatan Nanggung sekaligus membantu Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.”

Menurut Hartono, perusahannya telah berpengalaman lebih dari 51 tahun melakukan kegiatan tanggap bencana.

“Ini sebagai refleksi atas komitmen Perusahaan dalam memberikan nilai tambah dan membantu masyarakat” ujar Hartono.

“Antam dan MIND ID menurukan 20 personil tanggap darurat, tim tenaga dokter dan paramedis dari seluruh unit bisnis untuk membantu mengurangi beban masyarakat atas bencana yang terjadi” tambahnya.

Hartono menyatakan kecamatan Nanggung merupakan wilayah ring-1 ANTAM. Disana ada 9 titik longsor yang menyebabkan jalan terputus, bahkan berdampak kepada total 3.187 warga mengungsi yang tersebar di Desa Nanggung, Malasari, Cisarua, Bantarkaret, Pangkal jaya dan Curugbitung.

Dalam penanganan ini, tercatat Antam telah menyelesaikan perbaikan di dua titik jalan di Kampung Ciketug dan Wates, Desa Pangkal Jaya untuk mempermudah akses masyarakat.

Sedangkan Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Nanggung.

Menurut Hartono fokus Perusahaan di wilayah ring 1, tidak menyurutkan komitmen Antam dan MIND ID untuk membantu daerah terdampak yang lain.

 

“Kami lakukan penanganan di kampung urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Kebutuhan mendasar seperti listrik dan bahan makanan telah didistribusikan yakni genset, sanitary kit dan bantuan bahan makanan” katanya.

Terkait dengan bencana di Kecamatan Nanggung, strategi jangka pendek holding tambang itu akan berfokus pada penanganan keadaan darurat. Selain menyalurkan bantuan logistik, perbaikan akses jalan, Perusahaan juga melakukan pelayanan kesehatan di Desa Malasari.

“Untuk di Malasari, terdapat 1.508 warga kampung Nyuncung yang mengungsi ke kampung Cisangku. Daerah ini merupakan wilayah terdampak dengan jumlah pengungsi terbesar di Kecamatan Nanggung” ujar Hartono.

Hartono menyatakan strategi jangka panjang penanganan bencana yakni berkoodinasi dengan pemangku kepentingan terkait penanganan akses jalan lain yang terputus.

“Saat ini ada 7 titik longsor di akses Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung. Hal ini menyebabkan akses masyarakat menuju dan dari Desa Malasari menjadi tertutup.” Katanya.

Dalam penanganan bencana, Antam dan MIND ID bersinergi dengan masyarakat, TNI dan Polri untuk meringankan masyarakat khususnya yang terdampak bencana.

Tentang MIND ID

Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero) sebagai induk perusahaan tambang terbesar di Indonesia yaitu PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia.

Pada 17 Agustus 2019, Holding Industri Pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham, PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Rendi Witular

SVP Corporate Secretary

PT Inalum (Persero) – Holding Industri Pertambangan

HP: 081287436096 Email: rendiaw@inalum.id

www.miningindustry.id

Selengkapnya >>
...

December 03, 2019

MIND ID Fosters Work Culture Through Sports and Fun Competition Event To Celebrate Its Anniversary

Jakarta, 10 November 2019 - Holding Industri Pertambangan MIND ID  merayakan HUT yang kedua dengan menggelar kompetisi beberapa cabang olahraga di wilayah operasional anggota Holding, yakni PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, dan PT TIMAH Tbk. Pjs. Grup CEO MIND ID, Ogi Prastomiyono, membuka kick off rangkaian kegiatan, diawali dengan pertandingan basket.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan, merupakan bagian dari upaya MIND ID membangun budaya kerja perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai perusahaan yakni Integrity, Professionalism, Synergy, dan Sustainability. Sekaligus bentuk sinergi para anggota Holding untuk dapat membantu mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Selengkapnya >>
...

December 03, 2019

Tiga Anggota MIND ID Raih IMA AWARDS 2019

Tiga anggota MIND ID – PT Timah Tbk., PT Freeport Indonesia dan PT Bukit Asam Tbk.  berhasil meraih penghargaan untuk 6 kategori di IMA Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertambangan Indonesia (Indonesia Mining Assosication/IMA) yang merupakan asosiasi perusahaan tambang tertua di Indonesia sejak 1975. 

TIMAH sukses meraih tiga penghargaan sekaligus yakni “Perusahaan Belanja Terbesar di Dalam Negeri Terbaik Perusahaan Mineral”, “Perusahaan dengan Penerapan Konsevasi Mineral Ikutan Terbaik”, dan “Perusahaan Tambang yang Melaksanakan Hilirisasi Terintergrasi Terbaik Perusahaan Mineral”.

Sedangkan PTFI mendapatkan dua penghargaan yakni “Perusahaan dengan Pembayaran PNBP Terbesar Perusahaan Mineral” serta “Perusahaan Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Terbaik Perusahaan Mineral”. Sementara Bukit Asam sukses mendapatkan penghargaan dalam hal “Perusahaan Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Terbaik BUMN”.

Direktur Layanan Strategis Merangkap Pjs. Direktur Utama Holding Industri Pertambangan, MIND ID, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan salah satu hasil dari kerja keras anggota Holding dalam menjalankan amanat negara kepada Holding Industri Pertambangan sekaligus merupakan penegasan atas visi holding industri pertambangan di Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat kepada PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT TIMAH Tbk atas penghargaan yang didapat dari Indonesia Mining Asociation Awards 2019,” ujar Ogi Prastomiyono. Lebih lanjut, Ogi menyatakan bahwa seluruh anggota Holding akan terus memberikan kontribusi lebih kepada Indonesia dan masyarakat Indonesia. Terutama menjalankan tiga mandat utama yakni mengelola sumber daya strategis, membangun hilirisasi industri, dan menjadi perusahaan kelas dunia.

Anggota Holding Industri Pertambangan menjadi bagian dari Asosiasi Pertambangan Indonesia yang beranggotakan perusahaan pemegang Kontrak Karya (KK), pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), dan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah berkontribusi sebesar 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertambangan.

Selengkapnya >>
...

December 03, 2019

Peningkatan Kompetensi SDM Sektor Tambang Menjadi Prioritas MIND ID

Bali, 18 September 2019 – Holding Industri Pertambangan MIND ID menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya sektor industri pertambangan. Pengembangan SDM tersebut merupakan perwujudan salah satu mandat yang diberikan kepada MIND ID  yakni menjadi perusahaan kelas dunia.

MIND ID (Mining Industry Indonesia) merupakan sinergi 5 perusahaan yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Timah Tbk.

Direktur Layanan Strategis MIND ID, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa saat ini sudah melakukan pengembangan di bidang SDM yang berada di internal perusahaan dan anggota Holding serta masyarakat sekitar. Saat ini, MIND ID tengah mengembangkan tiga aspek untuk mewujudkan pembangunan SDM berkualitas dan berkelas dunia.

“Bagi kami, baik Holding dan anggota Holding, SDM bukanlah tenaga kerja, melainkan aset. Kami sudah melakukan pengembangan sejak mereka menjadi bagian dari keluarga kami. Untuk membangun perusahaan kelas dunia maka dibutuhkan SDM-SDM yang berkelas dunia,” ujar Ogi pada acara Indonesia Human Resource Summit 2019 (IHRS 2019) yang diadakan di Nusa Dua, Bali, pada 18-19 September 2019.

Lebih lanjut, Ogi menambahkan, “Ada 3 aspek terkait SDM yang tengah dikembangkan oleh MIND ID dan anggota Holding. Pertama adalah pengembangan kompetensi utama dalam bekerja di dunia pertambangan. Kedua, kami mengembangkan aspek kepemimpinan dan integritas. Ketiga, kami mengembangkan aspek kreativitas, karena kami memahami bahwa dunia semakin dinamis, dan Indonesia juga harus meningkatkan kualitas di kancah global.”

Dalam pemaparan yang dilakukan di IHRS2019, Ogi juga menyatakan bahwa pengembangan SDM masyarakat sekitar juga dilakukan karena hal tersebut merupakan komitmen MIND ID dan seluruh anggota untuk bisa berperan aktif dalam kemajuan peradaban, peningkatan kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik.

“Salah satu tujuan mulia holding adalah memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat dalam hal pengembangan SDM, seperti membangun sekolah terapung di Sulawesi Tenggara, membangun jaringan internet untuk edukasi, pembinaan UMKM, hingga perpustakaan keliling dan beasiswa. Itu semua merupakan komitmen kami untuk Indonesia dan akan terus kami lakukan,” tambah Ogi.

Holding Industri Pertambangan MIND ID menjadi pendukung utama dalam acara tahunan Indonesian HR Summit 2019.

Selengkapnya >>
...

December 03, 2019

MIND ID Berikan Beasiswa Kepada Mahasiswa Universitas Cendrawasih.

Jayapura, 26 Agustus 2019 – Holding Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) memberikan bantuan beasiswa dan pembinaan kepada 11 mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai bagian dari program “MIND ID Untuk Papua” yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

MIND ID adalah BUMN yang menaungi PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum dan PT Timah.

Bekerjasama sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat, MIND ID memberikan beasiswa tidak hanya dalam bentuk tunjangan kuliah setiap bulannya, namun juga program-program pembinaan dan pendampingan. Program tersebut diperlukan untuk mengasah potensi diri mahasiswa menjadi pemimpin dan juga program bina desa untuk mengasah jiwa sosial serta membantu masyarakat dalam penerapan teknologi dan wirausaha.

Beasiswa tersebut diserahkan oleh Ratih Amri, Kepala Divisi Mining and Minerals Industry Indonesia (MMII), kepada para penerima beasiswa pada acara Temu Nasional dan Workshop Mata Kuliah III Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan se-Indonesia 2019, yang berlangsung di Kampus Uncen (23/8). MMII adalah lembaga riset yang dikelola MIND ID.

Ratih Amri mengatakan, “Beasiswa ini adalah tahap pertama. Kita tidak hanya memberikan tunjangan bulanan, namun juga program pembinaan. Dengan program tersebut, para penerima beasiswa ini nantinya akan dibekali dengan keahlian-keahlian non-akademik seperti cara berkomunikasi yang efektif, kepemimpinan, tata cara presentasi dan materi-materi untuk memperluas wawasan. Ketika lulus nanti mereka diharapkan sudah mempunyai bekal yang cukup untuk terjun ke dunia kerja.”

“MIND ID akan terus melaksanakan komitmennya untuk memajukan bangsa Indonesia salah satunya melalui pendidikan. Program beasiswa ini kami harapkan dapat mendorong kemajuan pendidikan yang berkualitas,” tutur Ratih.

Rektor Uncen Apolo Safanpo turut menyatakan harapannya atas pemberian beasiswa kepada para mahasiswanya tersebut. Dengan adanya program ini diharapkan mampu memberikan motivasi lebih kepada penerima beasiswa untuk menjadi lulusan berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga mereka semakin termotivasi untuk terus maju, karena sudah mendapat bantuan ekonomi hingga lulus. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan dari MIND ID dan Yayasan Karya Salemba Empat sehingga kami berharap dapat mencetak lulusan yang berkualitas,” ujar Apolo Safanpo.

Selengkapnya >>
...

December 03, 2019

Dorong Kemajuan Inovasi Dunia Pertambangan Indonesia, INALUM Selenggarakan Research Award Competition Siapkan Rp 3 Miliar untuk Penelitian dan Inovasi dari Putra-Putri Terbaik Bangsa

Jakarta, 19 Juli 2019 – Institut Industri Tambang dan Mineral atau Mining and Minerals Industry Institute (MMII) yang digagas Holding Industri Pertambangan PT INALUM (persero) menggelar Research Award Competition 2019. Lomba ini bertujuan untuk mendorong minat penelitian dan inovasi dengan objek dunia industri pertambangan Indonesia.

Melalui Research Award Competition 2019, INALUM berusaha menyaring ide-ide inovatif terkait pengelolaan sumber daya alam dan cadangan nasional yang selaras dengan kebutuhan industri pertambangan yang efisien dan ramah lingkungan. Lomba ini bertujuan untuk mendorong para akademisi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas penelitian di bidang eksplorasi, pertambangan dan hilirisasi minerba.

Budi Gunadi Sadikin Direktur Utama PT INALUM (persero), menyatakan bahwa INALUM memiliki tanggung jawab moral dalam hal pengembangan teknologi dan pengelolaan sumber daya Indonesia demi kemajuan dan manfaat yang berkelanjutan bagi negara. “Menuju kemajuan pertambangan Indonesia, penting bagi INALUM untuk terus mendorong penelitian dan inovasi karena itu merupakan hal utama perusahaan ini terus maju dan berkembang menuju perusahaan kelas dunia. Tanpa adanya riset dan inovasi, perusahaan tidak akan sustain. Hal ini sejalan dengan mandat ketiga yang diberikan pemerintah kepada kami yakni menjadi World Class Company ,” ujar Budi.

Ada empat kategori dalam Research Award Competition 2019 yaitu Eksplorasi Minerba, Pertambangan Minerba, Hilirisasi Minerba, dan Sisa Pengolahan dan Produk Samping. Keseluruhan tahapan dimulai dari tahap registrasi melalui website, tahap seleksi proposal penelitian, hingga  tahap monitoring, yang seluruh informasinya bisa diakses publik dengan masuk ke website kompetisi https://www.mmii-award.id/

Research Award Competition 2019 menyediakan total pendanaan hingga Rp 3 miliar untuk 3 proposal yang dianggap dapat memberikan inovasi dan penelitian terbaik sesuai penilaian Dewan Juri. Selain itu, PT INALUM juga akan memberikan pendampingan agar penelitian dan inovasi yang diajukan bisa dikembangkan sampai dengan skala industri.

Direktur Mining and Metals Industry Indonesia (MMII), Ratih Amri, menyatakan bahwa kompetisi ini  merupakan kesempatan emas bagi putra-putri terbaik bangsa yang memiliki minat dalam hal industri pertambangan untuk dapat mempresentasikan hasil inovasi dan penelitiannya di depan para pakar dunia pertambangan Indonesia.

“Research Award Competition akan memberikan hasil penelitian baru yang tentunya memberikan manfaat besar bagi industri pertambangan Indonesia ke depannya. Hal ini terlihat dari yang duduk sebagai Dewan Juri yang merupakan orang-orang terbaik dan kompeten di bidangnya,” Ratih menuturkan.

Para pakar industri pertambangan yang akan menjadi juri dalam Research Award Competition 2019 antara lain Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah, SE, M.Sc (PT INALUM Persero), Prof Dr. Ir. Irwandy Arif (Indonesian Mining Institute), Dr. Himawan Tri Bayu M.P, M.Eng (Universitas Gadjah Mada), Prof. Dr. Ir. Bambang Sunendar (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Ir. Bambang Suharno (Universitas Indonesia), Dr. Ir. R. Sukhyar (PERHAPI), Ir. Adi Maryono, M.Sc. (IAGI), dan Ir. Wahyu Sunyoto, M.Sc. (PT INALUM Persero).

Selengkapnya >>
...

October 11, 2019

Hasil Karya PT Bukit Asam Tbk untuk Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto

Hasil Karya PT Bukit Asam Tbk untuk Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Sawahlunto, yang merupakan salah satu kota tambang dan lokasi pertambangan PT Bukit Asam Tbk, masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, Sabtu (6/7) di Baku, Azerbaijan. Perjuangan panjang yang selama ini ditempuh PT Bukit Asam Tbk bersama Pemerintah dan Dirjen Kebudayaan telah berbuah manis untuk Sawahlunto.

Lebih dari seabad lalu, pertambangan batu bara di Ombilin telah dimulai oleh pemerintah kolonial hingga akhirnya dikelola oleh PT Bukit Asam Tbk. Unit Penambangan Ombilin (UPO) di Sawahlunto menjadi satu-satunya tambang batu bara bawah tanah di Indonesia.

Meski kini tak ada lagi kegiatan operasional pertambangan batubara di Unit Penambangan Ombilin, PT Bukit Asam Tbk terus memberikan kontribusinya untuk Sawahlunto hingga menjadi Warisan Budaya Dunia. Lubang tambang batu bara yang dulu menjadi lokasi penambangan batu bara bawah tanah kini diubah menjadi Lubang Pendidikan, yaitu pada Lubang Tambang Sawahluwung.

Di Lubang Pendidikan ini, masyarakat dapat melihat dan mempelajari proses penambangan batu bara bawah tanah. Beberapa universitas juga kerap mengunjungi Lubang Pendidikan ini untuk mempelajari proses penambangan batubara bawah tanah.

PT Bukit Asam Tbk juga membuka Museum Tambang Batu Bara Ombilin yang berada di sebelah kantor Unit Pernambangan Ombilin di Sawahlunto. Di museum ini, PT Bukit Asam Tbk memamerkan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang batu bara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu beserta dengan diorama proses pertambangan batubara. Tak hanya itu, informasi mengenai sejarah perusahaan juga tersedia di museum ini.

Peran aktif PT Bukit Asam Tbk dalam mendorong Sawahlunto menjadi Warisan Budaya Dunia juga terlihat dari upaya PT Bukit Asam tbk mengubah lahan pasca tambang menjadi area wisata. Kini, lahan pasca tambang PT Bukit Asam Tbk telah diubah menjadi Kebun Binatang Kandi, Danau, arena pacuan kuda, arena olahraga dan fasilitas umum lainnya untuk masyarakat Sawahlunto.

Tak hanya itu, aset PT Bukit Asam Tbk lainnya juga telah dipersiapkan untuk mendukung Sawahlunto sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO antara lain Kantor Unit Penambangan Ombilin, lokasi Saringan, dan Silo yang merupakan tempat menyimpan batubara pada jamannya.

PT Bukit asam Tbk sangat bersyukur atas pencapaian Sawahlunto sebagai Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Warisan Budaya Dunia UNESCO. Atas pencapaian ini, PT Bukit Asam Tbk mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat, Walikota Sawahlunto, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, para Pemuka Adat & Masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung PT Bukit Asam Tbk dalam mempersiapkan dan menjadikan Sawahlunto menjadi kota tujuan wisata. Atas hal tersebut, PT Bukit Asam Tbk akan segera menggelar syukuran di Sawahlunto.

Atas pencapaian ini, PT Bukit Asam Tbk bangga dan optimis bahwa tidak selamanya lokasi bekas tambang akan menjadi kota mati setelah operasional penambangan selesai. Hal ini terbukti dengan pencapaian Sawahlunto, di mana lahan bekas tambang PT Bukit Asam Tbk kini telah mampu berubah menjadi lokasi wisata hingga mampu masuk menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Suherman
Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk
suherman@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id

Selengkapnya >>
...

October 11, 2019

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, INALUM dan Kalimantan Utara Jalin Kesepakatan Bangun Klaster Industri Aluminium

Jakarta, 15 Juli 2019 – Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menandatangani nota kesepakatan tentang Proyek Pembangunan Klaster Industri Aluminium di Provinsi Kalimantan Utara. Penandatanganan kesepakatan tersebut diadakan di Gedung Energy, SCBD, Jakarta, dan dihadiri Direktur Pelaksana INALUM Oggy A. Kosasih dan Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie.

Kerja sama ini merupakan wujud sinergi yang kuat antara PT INALUM sebagai BUMN dan Pemerintan Provinsi Kalimantan Utara dalam rangka mengoptimalkan potensi sumber daya di daerah. Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya air yang melimpah yang sangat baik bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga air. PLTA merupakan sumber energi terbarukan yang didorong Pemerintah. PT INALUM disisi lain sangat memerlukan pasokan listrik yang besar untuk melakukan ekspansi pengembangan Klaster Industri Aluminium.

Pembangunan Klaster Industri Aluminium Kalimantan Utara akan memberikan multiplier ekonomi bagi masyarakat baik berupa tumbuhnya industri ikutan ataupun industri pendukungnya yang sekaligus terbukanya lapangan pekerjaan sehingga perputaran ekonomi cepat berkembangnya. Bagi Indonesia dengan bertambahnya kapasitas Smelter Aluminium secara langsung dapat memenuhi kebutuhan domestik yang berdampak pada penghematan devisa karena merupakan substitusi impor, sedangkan kelebihannya dapat diekspor sehingga menghasilkan devisa bagi Negara.

“INALUM mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang sudah bersinergi mendukung rencana ekspansi pabrik peleburan aluminium dan industri hilirnya. Kami memiliki target pengembangan produk Aluminium sampai dengan 2 juta ton yang dilakukan secara bertahap. Smelter kami di Kuala Tanjung hanya dapat menghasilkan 300.000 ton Aluminium pertahun dengan maksimum hingga 500.000 ton. Dengan potensi di Kaltara kami optimis dapat menambah kapasitas sampai 1.500.000 ton. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan permintaan Aluminium dalam negeri dan pasar ekspor yang selalu meningkat,” ujar Direktur Pelaksana INALUM Oggy A. Kosasih

Sementara Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie berharap bahwa investasi INALUM sebagai Holding Pertambangan Indonesia bisa memberikan kebaikan terhadap masyarakat Kalimantan Utara sekaligus sebagai usaha pemerataan pembangunan di Indonesia.

“Kami berharap investasi ini akan mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran ekonomi yang positif yang berujung pada kemakmuran Kalimantan Utara,” ungkap Irianto Lambrie.

Dalam nota kesepakatan tersebut Pemerintah Daerah Kalimantan Utara akan menyediakan izin pembangunan Klaster Industri Aluminium sekaligus pembangunan sarana dan prasarana pendukung operasional yang diperlukan baik infrastruktur maupun ketersediaan SDM-nya. Adapun ruang lingkup kesepakatan mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan.

Gubernur Kalimantan Utara selaku pemerintah setempat menyatakan akan mempersiapkan kebutuhan infrastruktur vital terutama listrik dan pelabuhan dalam Proyek Pembangunan Klaster Industri Aluminium dengan menggunakan skema investasi sesuai dengan Nota Kesepakatan yang sudah ditanda-tangani

“Selain berharap bahwa pembangunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, kami juga akan mengusahakan pembangunan fasilitas yang diperlukan untuk pembangunan proyek Klaster Industri Aluminium ini terutama ketersediaan listrik, lahan dan pelabuhan. Oleh karena itu, kami akan membuka networking dan keran investasi di Kalimantan Utara untuk proyek ini tentu dengan prinsip keterbukaan yang diatur dalam undang-undang”

INALUM memastikan bahwa proyek tersebut dijalankan setelah INALUM dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif baik dari aspek bisnis hingga aspek pembangunan seperti studi kelayakan.

“INALUM secara detail tengah melakukan kajian potensi bisnis serta pembangunan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk proyek Klaster Industri Aluminium ini. Dengan serangkaian kajian diharapkan potensi bisnis akan semakin tergali. Dan INALUM selalu mengedepankan aspek lingkungan dalam membangun Klaster ini,” ujar Oggy A. Kosasih.

Selengkapnya >>
...

October 11, 2019

Holding Industri Pertambangan dan Bank BUMN Jalin Kerja Sama Transaksi Valas dan Dukungan Fasilitas Ekspor dan Impor

Timika, Papua, 28 Juli 2019 – Holding Industri Pertambangan (HIP), yang beranggotakan PT INALUM (Persero), PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia (PTFI), menandatangani kesepakatan kerja sama dalam sektor keuangan dengan Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama ini merupakan salah satu wujud rangkaian komitmen sinergi BUMN untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia secara global.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Hotel Rimba Papua, Timika, Papua, bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno ke wilayah kerja PTFI di Timika, Papua.

Kerja sama antara HIP dengan ketiga bank tersebut menyepakati dua hal, yakni kerja sama transaksi valuta asing (valas) dan dukungan fasilitas ekspor dan impor untuk HIP.

Terkait dengan kerja sama valas, seluruh anggota HIP akan memperoleh kemudahan dalam transaksi jual dan beli valas dengan ketiga bank BUMN tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan “Kerja sama ini merupakan komitmen dan serangkaian strategi untuk membangun BUMN yang kuat, efisien, dan kompetitif di pasar global. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor.”

CEO HIP Budi Gunadi Sadikin, mengatakan “Kerja sama ini adalah salah satu program sinergi dalam penyaluran valas dari anggota HIP yang memiliki kelebihan likuiditas valas kepada anggota HIP lainnya yang membutuhkan dengan difasilitasi oleh ketiga bank tersebut. Selain itu diharapkan dengan adanya kerja sama ini dapat turut serta membantu stabilitas nilai tukar”.

HIP, diluar PTFI, adalah BUMN dengan nilai ekspor terbesar tahun lalu. HIP mengekspor aluminium, bauksit, nikel, ferronikel, emas, batubara dan timah senilai lebih dari US$2.5 miliar (Rp.35 triliun).

Dengan nilai ekspor sebesar itu ketiga bank BUMN tersebut telah sepakat untuk membantu HIP dalam memberikan dukungan dan fasilitas perbankan berupa trade services dan atau trade financing yang memadai dengan tarif yang kompetitif.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo mengatakan “Selain kerja sama ini, Bank BUMN diharapkan dapat mendukung program-program hilirisasi Holding Industri Pertambangan.”

Turut hadir menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut antara lain Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama Antam Arie Ariotedjo, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin, Direktur Utama Timah Riza Pahlevi Tabrani dan Direktur Utama PTFI Tony Wenas.

Sementara dari pihak bank BUMN dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sudharta dan Wakil Direktur Utama BRI Sunarso.

Kerja sama tersebut ditandangani oleh SEVP Finance INALUM Anton Herdianto, Direktur Antam Hartono, Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria, Direktur Keuangan Timah Emil Erminda, Direktur PTFI Jenpino Ngabdi, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo.

Kerja sama tersebut merupakan rangkaian dari upaya sinergi antara HIP dengan BUMN lainnya. Sebelumnya, HIP juga melakukan sinergi dengan Pertamina untuk pembelian bahan bakar dengan acuan harga yang sama diseluruh wilayah operasional HIP.

Tentang Holding Industri Pertambangan Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dimana INALUM menjadi Induk Usaha Holding dan PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding. INALUM memegang 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65.02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham, PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Sampai dengan Desember 2018, HIP membukukan Pendapatan Konsolidasi sebesar Rp 65.2 triliun, tumbuh 38% dari tahun lalu. EBITDA Konsolidasi mencapai Rp 18.5 triliun, tumbuh 50% dari tahun lalu. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp 10.5 triliun tumbuh 54% dari tahun 2017.

###

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Rendi A. Witular
SVP Corporate Secretary
PT Inalum (Persero) – Holding Industri Pertambangan
Email: rendiaw@inalum.id

Selengkapnya >>
...

October 11, 2019

HOLDING INDUSTRI PERTAMBANGAN BERTRANSFORMASI MENJADI MIND ID

Holding Industri Pertambangan (HIP), BUMN yang menaungi 5 (lima) perusahaan industri tambang di Indonesia, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk, secara resmi meluncurkan identitas baru pada 17 Agustus 2019.

Identitas baru ini merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. HIP kini bertransformasi menjadi MIND ID yang merupakan akronim dari Mining Industry Indonesia.

Dilandasi semangat baru, MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan tambang terbesar Indonesia yang akan mengeksplorasi dan mengelola potensi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Direktur Utama MIND ID, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa MIND ID merupakan hadiah yang diberikan kepada Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan ke-74.

"Ini bukan hanya sekedar simbol baru, tapi ini merupakan semangat dan sinergi baru dari lima perusahaan tambang terbesar di Indonesia milik negara, yang Insya Allah bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi bangsa dan negara. Hasil tambangnya tidak langsung dijual, tetapi diproses agar nilainya semakin tinggi dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara" ujar Budi Gunadi Sadikin (17/08).

Identitas dan logo MIND ID memiliki filosofi arti kekayaan mineral Indonesia yang diwakili oleh bentuk lingkaran solid pada sisi kiri, dan pada sisi kanan adalah sinergi dari semua anggota holding pertambangan untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Peluncuran ini ditandai dengan topping off di kantor pusat INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (17/8).

Identitas baru MIND ID sekaligus memperjelas fungsi INALUM sebagai Holding Industri Pertambangan dan INALUM sebagai pelaksana operasional peleburan aluminium.

Tidak ada perubahan terhadap struktur badan hukum dan operasional dari INALUM terkait dengan logo dan nama baru ini. Seperti diketahui, INALUM memang ditunjuk menjadi Holding BUMN industri pertambangan pada 2017.

Dalam kesempatan terpisah, Oggy Achmad Kosasih, Direktur Pelaksana INALUM, menuturkan sinergi MIND ID sebagai Holding bersama seluruh anggota Holding diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia.

“Perubahan ini mewakili semangat baru keluarga besar Holding Industri Pertambangan bersama seluruh anggota, yakni bersinergi untuk menjalankan tiga mandat; mengelola sumber daya strategis Indonesia, mendorong hilirisasi industri pertambangan, dan menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Oggy Achmad Kosasih.

Sebagai informasi, Holding Industri Pertambangan (HIP) didirikan pada tanggal 27 November 2017, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau INALUM, resmi menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dengan menguasai saham milik pemerintah Indonesia di Antam, PTBA, Timah dan PTFI. Holding tersebut merupakan salah satu hasil dari program pemerintah dalam melakukan langkah sinergi antar BUMN.

Selengkapnya >>